Rabu, Oktober 20, 2010

Demokrasi, apa harus anarkis?

Memperingati 1 tahun SBY-Boediono, penilaian kinerja bapak presiden dan wakilnya memang udah lumrah. Kita sebagai warga dituntut buat punya orientasi evaluatif alias sudah bisa mengevaluasi jalannya pemerintah. Warga sendiri menilai kalo kinerja SBY-Boediono sudah bagus di bidang keamanan dan sosial. Namun masih banyak kekurangan dalam penegakkan hukum, kesejahteraan ato ekonomi, dll. Memang sesuatu yang sulit buat jadi pemimpin, yang harus mempertanggungjawabkan semuany di hadapan rakyat. Paling ga bapak presiden sudah memberikan kebebasan menyatakan pendapat seluas-luasnya bagi rakyat. Kita patut berterimakasih karena Indonesia jadi salah satu negara yang amat menjunjung demokrasi.
Tapi namanya manusia, pasti punya kelemahan. Begitu juga buat para pemimpin kita. Selain itu kita mendapati juga banyak sekali aksi demonstrasi yang kelewat batas alias anarkis. Demokrasi itu harus, tapi kalo dengan cara kekerasan yang merusak harta benda dan merugikan orang tidak bersalah menurut aku bukan bentuk partisipasi politik yang baik. Belum tentu juga kan kita bisa jadi pemimpin yang baik?
Mencari yang paling baik dan paling benar mungkin impossible. Semua punya kelebihan plus kekurangan. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Daripada pusing-pusing, mending kita nulis blog aja yuk! :D

0 komentar:

Posting Komentar