Sabtu, April 10, 2010

Puisi-Puisi



Kenangan

Masih kuingat
Langkah-langkah cerianya
Senyum tulus bibirnya
Sapaan hangatnya
Menyanjungku

Masih kuingat
Belaian tangan kuatnya
Rengkuhan lengannya
Alunan nada suaranya
Memujiku

Tapi saat ini
Dia jauh
Pergi bersama burung-burung gereja
Dia tak ingat aku lagi
Aku pun tak pernah tahu
Ke mana tujuannya


Liku Hidup

Kertas kosong
Aku mulai dengan sebuah garis
Lalu kuberi warna jingga
Kubelokkan garis itu
Kubuat bentuk lingkaran

Lihatlah,
Aku mulai membuat gambar angsa
Mereka mengepakkan sayapnya
Sedikit demi sedikit mereka terbang melihat indahnya dunia
Ya, gambarku hampir selesai

Namun tiba-tiba, aku goyah lalu terjatuh
Sakit, sakit rasanya
Aku lemah dan ingin mati
Tapi Tuhan datang dan menggendongku
Ia menuntunku ke air yang tenang

Semua kumulai lagi
Memulai dari awal, dari alfa
Aku tak ingin jatuh
Aku hanya ingin sampai pada omega


Wanita Pendosa

Wanita itu
Berselendangkan kain hitam
Rambutnya bertalikan pita merah
Matanya bersinar
Memancarkan api amarah

Ia suka memberontak
Merusak segala yang suci
Membuang, menebas, membunuh
Meraung-raung dalam gelap
Menggoreskan kuku-kuku tajamnya
Pada dinding putih

Ia tak pernah puas
Serakah, pendusta, pencelaka
Di hatinya hanya ada kebencian
Nafsunya melukaiku
Merobek jiwa tenangku

Tuhan, aku berdoa untuk wanita ini
Janganlah murka-Mu melenyapkannya
Aku takut
Sebab dia adalah
Aku!!!

0 komentar:

Posting Komentar