Rabu, April 14, 2010

Puisi-Puisi 2

Untuk Dia

Dia yang duduk di sana
Kini berjalan dengan kaki kecilnya
Matanya kosong
Tangannya mengayun tanpa arti
Raganya kurus menggambarkan kepedihannya
Dia meraih tanganku
Mencoba mengambil kehidupan
Yang sempat hilang dari jiwanya
Dia berpikir, mengapa harus aku?
Mengapa aku yang menjadi korban ganasnya roda besar itu?
Kini segalanya telah lalu
Dia hanya bisa tersenyum dan berseru
Aku harus hidup!




Mungkin

Di kala angin-angin berlari kuat
Menerpa rambut hitam kemilaunya
Dia tak sadar
Mungkin juga tak merasa

Sang belahan hati telah pergi
Meninggalkan sayap-sayap patah
Yang siap diterpa angin malam
Dan badai kekesalan

Kini dia sendiri
Bersama janji-janji yang tak pasti
Tubuhnya hilang rasa
Peti matinya terbuka
Mungkinkah dia telah tiada?

0 komentar:

Posting Komentar